Posted by: faditya | September 15, 2007

Perempuan Penggoda dan Laki-laki tergoda

“Memang berat jadi laki-laki. Kalau digodain perempuan, suka banyak nggak teganya. Suka susah nolaknya. Apalagi kalau perempuan itu pakai trik minta tolong, wajah memelas, atau kata-kata lembut nan manis.
Beda kalau perempuan yang digoda. Tak suka, tinggal tendang aja. Kalau laki-laki penggoda nekat, tinggal teriak, pasti banyak yang nolong. Kalau laki-laki digoda perempuan nekat, masak mau teriak-teriak?”

“Sejarah mencatat adanya laki-laki yang tegas menolak godaan perempuan.Dua diantaranya, Yusuf yang lebih memilih penjara, dan Al Miski yang melumuri sekujur tubuhnya dengan tinja. Murka-Nya jauh lebih mereka takuti ketimbang sekedar ‘menyakiti hati’ atau ‘mengecewakan harapan’ perempuan”

Kedua paragraf ditulis oleh Jazimah Al Muhyi salah satu tim penulis buku “Karenamu aku cemburu: Curahan Hati Seorang Istri” berbarengan sama Mbak Asma Nadia, dkk..

Hmm aku tertarik banget tuh sama 2 paragraf di atas.. So, ada dua jenis pelaku dalam hal ini. Yaitu Perempuan Penggoda dan Laki-Laki tergoda..

Coz selama ini yang kita dengar adalah Laki-laki Penggoda dan Perempuan Teraniaya oleh godaan tersebut.. Dimana-mana didengungkan pelecehan terhadap wanita, tapi tidak pernah terdengar forum yang membantu laki-laki dari godaan wanita…

Emang dipikir2 kasihan juga para kaum laki-laki… Setiap ada kejadian misalnya perkosaan, pasti yang disalahkan dan lebih dijelek-jelekan adalah laki-lakinya. Padahal bisa saja kalau dirunut dari awal yang seharusnya lebih disalahkan adalah wanitanya. Misalnya si wanita itu dengan ‘tidak sengaja’ membuat laki-laki itu kalap dengan serba mininya baju yang dikenakannya. Terlepas dari sama-sama salahnya keduanya…

Simak 2 kisah yang diutrakan oleh Jazimah Al Muhyi juga..
———–
“Aku ingat kejadian di SMA. Seorang temanku yang berusaha menjaga pergaulannya dengan lawan jenis. Salah satunya, dia tidak mau bersalaman. Eh, malah cewek-cewek genit jadi gemes dan suka menowel-nowelnya.
Aku tidak tahu bagaimana proses selanjutnya. Aku tak tahu bagaimana cara para perempuan itu menggodanya (karena memang tidak sekelas). Yang jelas, pada akhirnya kulihat pada suatu siang temanku itu memboncengkan seorang perempuan. Menyedihkan. Ironis. Perih. Dan dari segala fenomena yang kusaksikan itu, makin meneguhkan kesimpulanku, bahwa:

SEORANG PEREMPUAN BELUM PASTI BISA BERJUANG MEMBELA KEPENTINGAN KAUM PEREMPUAN

Ada begitu banyak perempuan yang melakukan tindakan menyakiti hati perempuan lain, seta merugikan kehidupan kaum perempuan itu sendiri. Maka, jika ada calon anggota dewan perempuan, yang pada kampanyenya memersoalkan jumlah anggota dewan perempuan yang sangat sedikit, aku hanya tertawa.

SOAL MEMBELA ATAU MENGANIAYA PEREMPUAN, BERSUMBER DARI AKHLAK. BUKAN JENIS KELAMIN!”

“Aku ingat masa sekolah. Sewaktu SD, aku punya guru perempuan yang sering digoda oleh guru lelaki. Kalau sekarang, tindakan para guru lelaki itu mungkin bisa masuk kategori pelecehan seksual. Namun yang kulihat saat itu, ibu guru tampak tak terganggu, dan bahkan menikmati. Terbukti, sikap kemayu dan cara berpakaiannya yang cukup seksi, tidak berubah”
————

Hmmm hanya sedikit mau membuka pikiran memang semuanya tergantung dari akhlak. Tidak selalu perempuan adalah makhluk yang benar-benar mau menjaga diri dari godaan kaum laki-laki. Bahkan terkadang KAUM LAKI-LAKI yang BENAR-BENAR HARUS MENJAGA DIRI DARI KAUM PEREMPUAN..

Jadi inget juga kata-katanya Agnes Monica waktu gembar gembor RUU Anti Pornografi. Kira-kira dDia bilang,
“Seharusnya yang malu tuh Laki-Lakinya. Ketauan kan yang gak bisa jaga pikiran itu laki-laki!!”

Intinya si Agnes menyalahkan kaum laki-laki yang tidak tahan melihat perempuan yang mengenakan pakaian2 “tertentu”..

Ada beberapa temen cowokku yang juga menanyakan dan menyatakan, “Abis mau gimana lagi coba, ngeliat para wanita bertebaran dimana-mana dengan pakaian dan perilaku yang seperti itu???”
Hmm waktu itu jawabanku hanya satu “Itu namanya ujian. Dan yang harus dilakukan cuman meningkatkan keimanan aja”…

Aku juga mikir, ya zamannya udah seperti ini… zaman yang kalo kata film “Kiamat Sudah Dekat”.. Jadi menurutku emang kayaknya susah untuk mengubah hal itu… Yang tersisa adalah hanya kemauan dan tekad dari dalam diri kita apakah kita mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kiamat Sudah Dekat” atau mau jadi bagian dari tanda-tanda “Kebangkitan semakin dekat”

Memang bisa aja ada cara yang lebih berani. Misalnya kalo ketemu cewek yang pake baju begitu-begitu. Ya diingetin aje… Tapi, terus terang aku belum bisa jadi orang yang seberani itu negor palagi kalo gak kenal…

Hmmm buka hati buka pikiran……..
Setiap kejadian ada hikmahnya….
Semoga kita menjadi orang yang terus belajar untuk memperbaiki diri…
Hanya Allah yang tahu isi hati setiap kita…


Responses

  1. manusia x sempurna…hanya iman n akal dpt mbimbing kita ke jln kebenaran…dkt kn diri dgnNya…

  2. iya, Tya. bener bgt, seringkali laki2 yg dipersalahkan, pdhl jelas2 wanitanya jg ga mau menjaga diri sesuai ama tuntunan-NYA..

  3. hehehe ya memang udah dari sananya wanita senang diperhatikan..ngga’ usah kaum adam, kita aja kalo ngeliat ada yang berlebihan jadi risih sendiri :Ptapi tya, gue ngga’ setuju sama kata ngga’ tegaan..soalnya kalo ngeliat keadaan yang didepan mata, emang kadang cowonya biar ngga’ suka tetep aja ngladenin.. jadi tepat sekali untuk tidak mempersamalahkan gendernya, tapi dibalikin lagi ke akhlak masing-masing ;)~jadi inget sama wejangan dari manajer KP :P~tuh khan harus lebih bebenah lagi >.<!–

  4. mungkin karena itu Al-Qur’an memerintahkan kaum pria untuk menundukkan pandangannya..

  5. u/ kaksyah: setuju… mari kita terus mendekatkan diri padaNyasusirahmawati: yoi…cuteduckie: ayo sama-sama bebenah… btw ngga’ tegaan itu it means lebih baik diturutin daripada tu cewek sedih atau sakit hati blablabla…te3we3: hehe iya ….

  6. Gw heran, kenapa sih cewek tuh suka pake baju ketat dan minim? Terus kok kalo diliatin ngambek? Jawab donkss…*bwt yg merasa*

  7. Memang kalo kita lihat dari Q.S. An Nuur [24] : 30-31, Allah menekankan terlebih dahulu kaum lelaki untuk menahan pandangan dan memelihara kemaluannya. Barulah pada ayat selanjutnya Allah menekankan kaum wanita untuk menahan pandangan, memelihara kemaluan dan menjaga perhiasannya. Berarti memang kaum laki-laki yang lebih ditekankan untuk menjaga pandangan terlebih dahulu.Karena karakteristik laki-laki adalah tidak tahan memandang tapi tahan dipandang sementara karakteristik wanita adalah tidak tahan dipandang tapi tahan memandang (dari seorang ustadz)…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: