Posted by: faditya | February 14, 2011

Susu UHT lebih baik dari susu formula

Alhamdulillah…

akhirnya sempet juga bikin notes ini…

Sesuai judulnya, Susu UHT itu ternyata lebih baik dari susu formula lho…

InsyaAllah saat Sayyid 1 tahun nanti, aku dan suami sepakat

untuk memberi susu UHT sebagai tambahan ASI selama aku kerja..


Kenapa pilih susu UHT?


Berikut aku berikan beberapa rangkuman dari berbagai artikel.


Tapi, secara umum, alasannya:

1. Pada susu formula, sudah banyak gizi yang terbuang akibat proses pembuatannya sendiri.

plus kemungkinan masuknya bakteri lebih mudah,


Seadngkan UHT karena dilakukan dengan pemanasan super tinggi dalam waktu yang singkat (135-145 derajat celcius) selama 2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora.


Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta

untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.



2. Penambahan zat2 tambahan pada susu formula spt DHA dan AA sebenarnya relatif tidak diperlukan,

semua itu bisa diambil dari sumbernya yang alami, yaitu penggunaan makanan dengan gizi seimbang.



Kalo ada yang alami, kenapa harus pakai bahan buatan?


Dari yang ‘basic ingredients’ seperti bahan2 untuk standarisasi,

bahan pengisi, gula/pemanis, pengawet, flavor + aroma + pewarna, dsb…;

sampai beberapa unsur yang difortifikasi… yang katanya sih untuk

brain development seperti AA, DHA, Spingomyelin, FOS, GOS, dkk…



Padahal susu murni sudah mengandung omega 3 & omega 6 yang merupakan

precursor (cikal bakal) si AA & DHA, yang secara alami akan

disintesis oleh tubuh jika ada si precursor tsb.

Sedangkan GOS (Galakto-oligosakarida) yang termasuk dalam kelompok

probiotik, yang juga disebut2 terfortifikasi pada sebuah susu

formula, ternyata secara alami terdapat dalam susu cair murni

termasuk air susu ibu (Made Astawan, 2007, Majalah Ayahbunda).



Dan yang lebih penting lagi, zat gizi alami yang terdapat pada susu

murni (susu UHT) lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan zat

gizi fortifikasi yang terdapat pada susu formula

(http://www.mail-archive.com/ayahbunda-online@yahoogroups.com/msg06496.html)



3. Secara ekonomis, lebih murah ternyata…

coba dihitung2ya.. dengan sufor yang kualitas standard (b*b*l*c)

untuk sayyid seminggu (7 hari) konsumsi 400 gram seharga +/- 50.000 dengan konsumsi 2x150ml

nah kalu utk UHT misalkan yg Ultr* ahja 200ml: Rp.2.300

secara kasar aja ya.. 2x2300x7 hari = 32.200



Nah dah saving berapa tuh? 17.800 itu aja kualitas standar

apalagi sufor yang harganya ratusan ribu…



Tapi, ya itu nanti kalo sayyid udah 1 tahun..

mudah2an aja ASIP ku nambah banyak, jadi malah gak perlu beli susu tambahan apapun sampe 2 tahun…


Ohya dalam memlilih UHT juga harus hati2…

pilih yang komposisi nya dari susu segar, bukan campuran susu bubuk, susu segara dll…


so far si aku baru tau 2 merk yang bener2 susu segar.., yaitu Ultr* dan Diam*nd


Nah ini sebagian artikelnya.. semoga bermanfaat



Ide awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti ASI dengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi yang ditujukan

untuk bayi2 yang tidak bisa mendapatkan ASI.



Karena bayi dibawah satu tahun belum dapat mencerna secara langsung susu sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga bahan dasarnya skimmilk

ditambahkan lemak nabati.



Skimmilk diperoleh dengan memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter.

Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk meningkatkan kadar lemak di fortifikasi lagi dengan vitamin2 tambahan.



Disamping itu proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan kandungan vitamin yang tidak tahan suhu

tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin kedalam susu bubuk.



Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat,DHA,AA) dimasukkan kedalam
susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip

fungsi/daya guna ASI.



(http://keluargasehat.wordpress.com/2008/03/19/uht-vs-susu-formula/)



Proses Susu UHT



Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan

pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk

membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik.



Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan

baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair

segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam

komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca

panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan

mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan

bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan

menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga

harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya

adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi

alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus

diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.



Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT

juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan

menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan.

Seluruh proses dilakukan secara aseptik.



Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik

multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara

sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri

perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk

dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya

sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan

terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan

tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi

satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu.


Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia

sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar

kesehatan internasional.



Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin

susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet

dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah

diproduksi.



Keunggulan Susu UHT



Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada

susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak

perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari

umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain

itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari

seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora

sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir

tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan

mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi,

relatif tidak berubah.



Proses pengolahan susu cair dengan
teknik sterilisasi atau pengolahan

menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu

gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi

susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein.



Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu

cair menjadi susu bubuk.



Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen

coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi

pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu

akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama

seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut

menyebabkan menurunnya daya cerna protein.



Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama

juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu

perubahan k
onfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh

manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.

Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang

ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.



Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak

kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu.

Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya

mencapai 0-2 persen.


Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.



(http://www.mail-archive.com/ayahbunda-online@yahoogroups.com/msg06496.html)



Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing atau sapi yang sehat

dan bersih. Susu diperoleh dengan cara pemerahan yang benar dan kandungan

alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat

perlakuan apapun.



Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat

lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya

pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.

Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik

dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu

bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly

skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder).



Sedangkan susu UHT merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan

suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derajat celcius) selama

2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh

mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora.



Waktu pemanasan

yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta

untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti

susu segarnya.



Dari berbagai susu tersebut, yang paling disarankan adalah susu UHT. Karena

berdasarkan beberapa penelitian, menyebutkan susu yang diproses secara UHT

dapat mempertahankan nilai gizi lebih baik daripada proses pengolahan

lainnya. Indikatornya adalah prosentase kerusakan lisin atau asam amino

pembatas.



Seiring dengan kemajuan teknologi, susu UHT kemudian dikemas menggunakan

enam lapis kertas, plastik polyethylene, dan alumunium foil yang mampu

melindungi susu dari udara luar, cahaya, kelembaban, aroma luar, dan

bakteri. Susu UHT dalam kemasan aseptik ini tahan disimpan dalam suhu kamar

sampai 10 bulan, tanpa bahan pengawet. Dengan kemasan tersebut, susu

terhindar dari bakteri perusak minuman dan tetap segar serta aman untuk

dikonsumsi.



Susu UHT juga merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh

mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga

potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada.

Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori

(warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak

berubah.


Bagi anak, berikan susu UHT dengan rasa plain. Karena lebih sedikit gula

serta zat artificial didalam susu tersebut. Apabila kemasan susu UHT telah

dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada kulkas karena susu UHT harus

dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derjat Celcius),

sebab dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

Harga susu UHT memang sedikit lebih mahal dari susu bubuk, namun demi

kualitas anak, tidak perlu keraguan untuk membelinya. Hal ini diperlukan

karena berdasarkan survei perusahaan riset global Canadean (2004), konsumsi

susu sapi segar di Indonesia termasuk paling rendah di Asia.



(indosiar.com)



DHA SULIT DISERAP BAYI, JANGAN TERPENGARUH IKLAN SUSU

1/22/2007



JAKARTA (MEDIA) : Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang berlebihan akan membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa dibebani pekerjaan yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial tersebut.


Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu hamil.


“Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam linolenat itu ke dalam susu”, ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta.


Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb. tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit diserap oleh pencernaan bayi. Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya, aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA dalam tubuh secara otomatis hancur.



Karena itu, Utami, sebagai pakar air susu ibu (ASI) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang mengandung DHA dengan iming-iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi.


“Asam lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur DHA-nya tergolong ikatan rantai panjang yang sangat mudah diserap pencernaan bayi”, ujarnya. Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri dari asam arakidonat. “Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat dan asam linolenat”. Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena lemaknya termasuk ikatan rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah mencapai umur enam bulan, bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu formula.


Menye
satkan



Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit Saint Carolus ini mengakui, semboyan “Empat Sehat Lima Sempurna” yang berlaku sejak dulu dinilai telah menyesatkan masyarakat. “Orang beranggapan konsumsi makanan sehari-hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu bukan berarti tidak penting, namun bukan segala-galanya”, tegasnya lagi.


Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang diimplementasi dengan DHA cenderung menyesatkan masayarakat, karena produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut.


Sementara, kalangan spesialis gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA dalam susu.


Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian tentang manfaatnya. Dokter Soebagyo Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa. Ketika ditemui Media usai pembukaan lokakarya “Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen Kesehatan dan Kesejahteraaan Sosial” kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai komentarnya. “Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur”, ujarnya. Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala informasi dikumpulkan dari berbagai sumber. Spesialis Anak Dr. Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip flek-flek berwarna kebiruan di kulit. “Efek yang lain baru ditemukan pada monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda”. (Rse/V-1)



(http://www.sehatgroup.web.id)

Posted by: faditya | February 7, 2011

i’m ready to moving out…

Bismillahirrahmaanirrahiim

Teringat ketika pertama kali suamiku (saat itu calon) datang ke rumah untuk berkenalan dengan orangtuaku saat masa2 taaruf dulu…
Salah satu obrolan yang dibicarakan saat itu adalah, bahwa orangtuaku (terutama mama) inginnya setelah aku menikah nanti, aku dan suami tetap tinggal dengan orangtuaku… Karena ke3 kakaku sudah pindah masing2 ke daerah bekasi… Ingin mamaku ada yang nemenin biar gak terlalu sepi, pun bisa bantu2 kerjaan rumah…
Then, jadilah aku dan suami menetap di rumah kecil yang menempel dengan rumah orangtuaku..
Rumah itu tadinya dikontrakkan untuk menambah penghasilan orangtuaku…
Tapi, beberapa bulan sebelum aku menikah, orangtuaku meminta tetanggaku tsb utk mencari kontrakkan lain, karena akan digunakan oleh aku nanti… (pengusiran scr halus :D)
Tidak berapa lama setelah Sayyid lahir, kakaku memutuskan untuk membangun rumah di samping rumah orangtuaku yang akan ditinggali secara permanen.. Jadi rumahnya di bekasi timur dijual saja (over credit).
Beberapa bulan setelahnya, sempat dilemparkan wacana oleh mamaku agar aku tetap tinggal di sebelah rumah orangtuaku dengan melakukan penambahan ruangan baik horizontal ataupun vertikal…
Pun, aku punya pikiran seperti itu… menabung sedikit demi sedikit utk menambah kamar 1 atau 2 nantinya… Karena lahannya sangat sempit, bisa jadi bongkar abis rumah kecil tsb dengan membelah 1 kamar menjadi 2 kamar… atau bisa jadi menambah lantai ke atas…
Namun, tidak lama setelah itu (pun atas saran dari kakaku yang lain) aku terfikir untuk pindah… Benar2 pindah… Salah satu alasannya ingin belajar mandiri… “Masa iya seumur hidup nempel terus sama ortu”..
Memang banyak keuntungan dari tinggal bersama ortu…
Salah satunya, ada yang jaga dan meperhatikan Sayyid saat aku kerja, membantu mengawasi pengasuh Sayyid.
Tapi, kok sepertinya aku merasa ada esensi yang hilang dari pernikahanku…
So, setelah beberapa pembicaraan dengan suamiku..
Pun mamaku juga sudah berubah pikiran atas hasil pembicaraan dengan kakaku juga…
Aku dan suami memutuskan untuk pindah…
Kapan? DI mana?
Minggu lalu, saat berkunjung ke rumah kakaku yg ke2 di perum puri gading,
tiba2 suamiku bersemangat sekali utk punya rumah di perumahan tersebut.
karena ramai (banyak tetangga), fasilitas lengkap (sarana olahraga, sekolah, dsb), dekat masjid, keamanan terjamin, pun gak jauh2 amat …
Dan tanpa terencana, akhirnya hari itu kami berkeliling utk cari2 rumah dekat situ atas rekomendasi kakaku… Pun kakaku bersedia utk mencarikan info…
Sempat ketemu rumah di perkampungan, cluster2 kecil…
tapi, suamiku tetap mau di perumahan yang ramai (ex: puri gading tsb)…
Tentang biaya, rasanya kami baru mampu utk rumah dg harga di bawah 200juta… itupun dengan KPR…
spec rumah: cukup dulu lah dengan 2 kamar standar, tidak perlu mewah2…
Setelah itu, aku pun mulai lagi sibuk browsing2 di internet ttg rumah2 yg mau dijual…
Belum nemu yang pas2 banget selain d puri gading…
Selain itu kami juga cari2 referensi ttg KPR… dan yg terbaik menurut kami adalah KPR Syariah🙂
Sampai akhirnya jumat yg lalu, setelah berfikir panjang… pun sesuai dengan recanaku dulu…
Kami memutuskan utk pending rencana ini sampai 2 tahun ke depan…
karena masih ada biaya rutin yg harus kami keluarkan tiap bulan ini… takutnya merusak cash flow…alih2 malah gak bisa bayar kredit-an😀
Tapi, tetap kami hunting… sampai akhirnya ketemu pilihan ke-2 selain puri gading,
yaitu griya wahana di daerah jati kramat (dekat rumah kakek-ku)… fasilitas memang tidak lengkap, tapi cukup ramai… cukuplah 30 rumah utk menjadi tetangga kami nanti…
Mudah2an rencana ini tercapai…
Toh, niat kami baik kok.. insyaAllah
btw, kalo ada referensi rumah di daerah pondok gede
dengan harga maksimal 200juta kabari yaaaaa🙂
tq
Posted by: faditya | February 2, 2011

Perkembangan Sayyid 8 bulan

Alhamdulillahirabbil ‘alamii

16 Januari lalu, Sayyid berusia 8 bulan…
gak berasa? ya berasa laah… hehe

umur 8 bulan ini, banyak perkembangan ajaib yang muncul..
  • tepat 25 desember, menyadari Sayyid numbuh 2 gigi bawah.
    pantesan malamnya agak rewel dan sempat demam…
    Yaah sempat khawatir juga Sayyid gigit2 saat nen… karena trauma juga di bulan2 pertama pd sampe berdarah2 bahkan sampe masuk RS… hiks gak mau pisah lagi😦
    Awalnya sempet gigit2… tapi aku bilang ke sayyid baik2, “Jangan gigit ya nak, sakitt… ummy takut luka2 lagi kayak dulu”..
    Alhamdulillah tampaknya Sayyid mengerti.. kecuali lagi nangis rewel gak ampun2an.. baru deh puas sayyid gigit… atau lagi super duper iseng giginya😀
  • ada perilaku atraktif yang lucu… Sayyid suka geleng2 kepala, apalagi kalau dibunyikan suara “Laa ilaa ha illallah” atau suara “Geleng-geleng ayo geleng2”.. hihi lucuu…
  • beberapa orang menanyakan, “sudah merangkak?” Alhamdulillah belum.. setiap anak kan beda2… jadi kalo sayyid mau ngambil sesuatu barang yg jauh dari jangkauannya, sayyid guling2, ngambil ancang2, merayap dikit. kalo belum sampe juga, guling2 lagi ke arah berlawanan, berfikir sebentar spt ngukur jarak… terus aja sampe akhirnya nyampe… hehe capek banget ya kayaknya😀
  • seneng banget ngoceh dengan bahasa bayi.. sempat suatu kali 2 jam ngoceh sebelum tidur… sampe aku dah teler banget nunggu sayyid capek…
  • selain dah jago duduk tegak, sayyid sekarang senang banget dititah2 diajak belajar jalan… kalau lagi duduk pun sering minta didirikan, dan dia sudah mulai bisa angkat badannya utk posisi berdiri..,

    Apalagi ya..
    Sepertinya itu dulu…
    Doakan sayyid sehat selalu ya…🙂

Posted by: faditya | December 31, 2010

Perkembangan Sayyid 7 bulan

Astaghfirullahul’adzim…

akhir2 ini kesibukan makin menjadi, jadi tak sempat (lebih pada nggak mood) ngeblog deh…
paling2 baca2 dari detik/milis/dsb terus dicopast ke note facebook/blog ini…
So, udah telat 2 minggu nih posting perkembangan Sayyid…
Hmmm 7 bulan Sayyid, alhamdulillah udah:
  • Jago makan… makannya lumayan banyak (nanti aku share di blog lain ttg pengalaman pertama sayyid makan) dan BAB nya juga buaanyaak dehh.. hehe
  • Sudah mulai tegak duduknya… jadi seringkali aku ajak makan dengan membiarkan sayyid duduk sendiri di lantai/tempat tidur… karena aku gak punya high chair (ke-gaya-an ah beli2 macam itu… gak sesuai dengan gaya hidup :)) ) jadi ya mendingan duduk aja di lantai…
  • ngocehnya mulai bervariasi: mama, papa, baba, emi, dan lain2 yang belum bisa dimengerti… tapi lucuuu kalo ngoceh ada ekspresinya, seolah2 emang sayyid lagi cerita sesuatu… dan aku tanggepin aja,”Ooooh gitu yaa…. iya yaa… pinterrr” hehe
  • mulai mengamati benda2 kecil, termasuk semut semut kecilll…😀
  • mulai protes kalo mainannya diambil… alih2 marah malah dibuang tuh mainan…. maaf yaa sering jadi keisengan ummy dan abby nya…
  • ohya, arti tangisan sayyid udahada beberapa yang bermakna jelas, seperti pengen diangkat utk bisa duduk, pengen bobo aja gak mau digendong, dsb …
Apa lagi yaa… karena udah 2minggu lewat dan ini nulisnya juga di tengah2 ke-stress-an kerjaan, jadi mungkin ada yang terlewat…
ohiya… harusnya ini diceritain di perkembangan sayyid 8 bulan, tapiii… kabar gembiranya adalah….
SAYYID UDAH PUNYA 2 GIGI BAWAH…. HOREEE….
tapi efeknya dia suka gigit2 kalo nangis…. hiks sakittt…😦
So, udah dulu yaa… bentar lagi aku harus berangkat ketemu client…… huhuhu
Posted by: faditya | December 21, 2010

what’s wrong with me….

Hoammppph…

feel so tired… headache… nausea… stiff… sleepy all the day…
since Saturday…
now i really want to sleep…
but, I think I’ve sleep well last night….
and yet… i’m still on my office…
on the past…
this situation make me lazy to go home…
but now…
I wanna go home soon … as soon as possible… ^^
Posted by: faditya | December 8, 2010

Efek Sinar Biru Televisi Terhadap Kecerdasan Anak

Efek Sinar Biru Televisi Terhadap Kecerdasan Anak

(sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=188194)

Sabtu, 8 Desember 2007

Cara paling mudah dilakukan para pengasuh anak maupun para ibu untuk membuat anaknya duduk tenang adalah dengan menyalakan televisi. Anak terlihat riang menonton tayangan televisi, sementara para ibu atau pengasuh bayi bisa melakukan berbagai pekerjaan mulai dari membereskan rumah, mencuci hingga memasak untuk keluarga.

Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan para ibu, tanpa disadari mereka membiarkan anak menonton televisi sepanjang hari. Padahal, ada bahaya mengintai bagi anak, terutama balita (bayi di bawah lima tahun) bila anak terlalu banyak menonton televisi. Kecerdasan adalah taruhannya!

“Televisi memiliki dampak positif dan negatif bagi anak. Tetapi membiarkan anak menonton televisi sepanjang hari, pastinya akan menurunkan tingkat kecerdasan anak,” kata dr Hardiono D Pusponegoro SpA (K), dokter spesialis anak konsultan neurology dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam media edukasi tentang “Efek Sinar Biru Televisi Terhadap Kesehatan Mata Anak”, di Jakarta, Rabu (28/11).

Dr Hardiono menjelaskan, dengan hanya menonton televisi, otak kehilangan kesempatan mendapat stimulasi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif dan memecahkan masalah. Selain itu, televisi bersifat satu arah, sehingga membuat anak kurang mengeksplorasi dunia tiga dimensi dan kehilangan peluang mencapai tahapan perkembangan yang baik.

“Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan anak usia dibawah lima tahun yang rata-rata menonton televisi 2 jam sehari, setelah usianya beranjak 6-7 tahun diketahui mengalami penurunan kemampuan membaca dan daya ingat,” ucapnya.

Hal senada dikemukakan Elly Risman, psikolog anak yang juga Ketua Yayasan Kita & Buah Hati. Katanya, banyak orang tua yang “membayar kekurangan waktu bersama” dengan anaknya dengan memberi berbagai permainan elektronik seperti play station (PS), video game, handphone dan lainnya.

Sementara, bagi orangtua yang kurang mampu, memberi uang kepada anaknya untuk bermain video game di warnet atau ke rental PS. Anak bermain video game selama berjam-jam.

“Setelah sampai rumah, anak kembali berhadapan dengan televisi. Menonton tayangan televisi sepanjang hari. Televisi telah menjadi baby sitter bagi anak kita. Bahkan sebuah harian Jakarta pernah melakukan penelitian bahwa anak Indonesia menonton televisi rata-rata 3-6 jam per hari. Itu berarti 2 kali lipat dibandingkan anak Australia, 3 kali lipat dibandingkan anak Amerika dan 5 kali lipat dibandingkan dengan anak Kanada,” tutur Elly Risman.

Ia menambahkan, sambungan-sambungan antar synaps (jaringan dalam otak yang membuat cerdas seorang anak) sangat ditentukan oleh gerakan tubuh. Bila anggota tubuh bergerak, maka otak akan membuat jaringan tentang aktifitas itu terus menerus sehingga menjadi kebiasaan. Otak akan mengabadikannya. Synap tidak berkembang dengan baik.

“Karena itu, para ahli neuroscience sepakat, yang saya kutip dari situsnya http://www.tvturnoff.com bahwa menggunakan mata menonton televisi terlalu banyak akan membuat anak kesulitan membaca,” tuturnya.

Efek Sinar Biru Dr Hardiono menambahkan, bahaya televisi lainnya adalah efek sinar biru. Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang cahaya 400-500 nm yang dapat berpotensi terbentuknya radikal bebas dan menimbulkan fotokimia ada retina mata anak. Lensa mata anak masih peka dan belum dapat menyaring bahaya sinar biru. Karena itulah risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru terdapat pada usia dini.

“Jadi efek negatif dari televisi jadi ganda. Tidak hanya mengganggu kecerdasan anak, tetapi juga kesehatan matanya,” ucap dr Hardiono.

Ia memaparkan, bayi dilahirkan dengan lensa yang relatif yang secara bertahap dan alami berubah menjadi kuning sejalan dengan usia. Perubahan warna tersebut menghambat secara progresif sinar biru yang melewati lensa sebagai fungsi linear usia. Sekitar 70-80 persen sinar biru dapat mencapai belakang mata pada usia 0-2 tahun dan 60-70 persen pada usia 2-10 tahun. Sedangkan sinar biru yang disalurkan pada usia 60-90 tahun hanya mencapai 20 persen. “Masalah gangguan mata pada balita ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi lutein sebagai carotenoid alami yang dapat membantu melindungi mata anak yang masih peka terhadap bahaya sinar biru. Lutein dapat membantu melindungi mata dari kerusakan dengan cara menyaring sinar biru yang berperan sebagai antioksidan. Sayangnya, tubuh tidak dapat mensitesa lutein. Kebutuhan lutein harus diambil dari sayuran, buah, suplemen dan ASI (Air Susu Ibu),” tutur pendiri Klinik Anakku itu.

Upaya yang bisa dilakukan orangtua untuk meminalisir efek sinar biru terhadap kecerdasan dan kesehatan anaknya, menurut dr Hardiono, adalah membatasi intensitas dan frekuensi anak beraktivitas di depan layar televisi atau monitor. Orangtua perlu untuk merangsang anak melakukan aktivitas lain seperti bermain dengan teman dan lingkungannya, berolahraga dan aktivitas kreatif lainnya untuk merangsang perkembangan otaknya semakin lengkap.

“Salah jika ada anggapan jika sel otak berkembang sepanjang usia. Sel otak justru berkembang dengan cepat dan lengkap dibawah usia 5 tahun atau dikenal dengan istilah the golden age. Hal itu yang harus disadari banyak orangtua,” kata dr Hardiono.

Sementara Elly Risman mengemukakan, masyarakat membutuhkan informasi dan pembelajaran mengenai dampak dari berbagai layar itu bagi pertumbuhan fisik anak, terutama masalah penglihatan mereka dan perkembangan jiwa dan spiritualnya. Karena sebenarnya dalam hidup seseorang anak manusia bukan hanya memerlukan gizi fisik, tetapi juga gizi manusia dan gizi spiritual.

Untuk itu, lanjut Elly, semua pihak perlu memberi kontribusi dan kerjasamanya, terutama pemerintah. Diperlukan tiga C dari pemerintah, yaitu concern, commitment dan continuity. Diharapkan, masyarakat bisa memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang dampak layar bagi kehidupan buah hati. Sehingga mereka dapat bersikap dan kemudian menunjukkan perilaku yang sehat terhadapat pemanfaatan teknologi.

“Jika anak sudah terlanjur memiliki kebiasaan buruk dan perilaku kasar pada usia 0-7 tahun, harus mampu dibayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Mengasuh anak di era layar seperti sekarang ini diperlukan kesepakatan orangtua untuk menjalankan pengasuhan bersama, bukan pada satu orang saja. Misalnya, pada istri atau suami,” kata Elly menandaskan. (Tri Wahyuni)

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Ini lanjutan blog yang kemarin…
Semua yang kutulis ini betul2 dari pengalaman pribadi..
dengan tujuan utama mencatat suatu peristiwa penting di hidupku yang bisa menjadi pelajaranku
kelak bila Allah kembali menitipkan makhluknya padaku…
tujuan utama lainnya adalah utk sharing terutama bagi yang sedang menunggu calon buah hatinya…
agar tidak mengikuti jejakku… tapi ambil setiap hal positif yang ada…
Yapp Relaktasi = re + laktasi = kembali menyusui…
Ya kembali menyusui… menjadi hal yang aku niatkan seketika aku keluar dari RS…
Proses yang teramat berat… menguras emosi, menguras tenaga tapi banyak sekali pelajaran di dalamnya…
Dengan berbekal hanya 1 pydr yaitu pydr kiri… aku niatkan utk kembali menyusui
aku niatkan untuk menghentikan penggunaan sufor
aku niatkan untuk memberi yang terbaik untuk Sayyid..
sufor baik… tapi tidak ada yang lebih baik dari ASI..
karena ASI benar2 langsung diciptakan oleh Allah Sang Pencipta…
Bagaimana caranya utk relaktasi..
Kucari2 tentunya melalui internet, karena untuk kali ini tidak ada satupun dari keluarga yang bisa dijadikan referensi…
Sejak masuknya aku ke RS, aku kembali rajin browsing2 internet…
Alhamdulillah seminggu sebelum masuk RS, suamiku sempat beli modem Smart…
Jadi yang biasanya kalo mau internetan harus ribet2 bawa laptop ke rumah orangtua (meskipun hanya berjarak 3 langkah kaki hehe)
Sekarnag bisa internetan full d rumah sendiri…
Aku mulai aktifkan bertanya ke milis sehat, gugling dsb …
Jadi, bagaimana caranya utk relaktasi..
jawabannya simple… hanya dengan menyusui kembali bayi…
Awal keluar dari RS… aku masih berasa lemas tak berdaya *lebayy*
Dengan modal pydr kiri yg masih flat juga…
Aku coba “paksakan” Sayyid untuk mau menyusui…
Tentunya diawali dengan penolakan…
tapi karena aku keukeuh dan sambil juga aku ajak bicara Sayyid
bahwa aku, ummynya hanya ingin kasih yang terbaik utk sayyid…
Pastinya saat itu kondisinya juga diperparah dengan “bingung ptg”
yaitu kondisi dimana bayi sudah terbiasa enak mimi dengan botol dan dot,
sehingga tidak mau menyusui langsung…
Berat buuu…
setiap mau meyusui pasti diiringi dengan tangisan…
ujung2nya Sayyid pura2 tidur… *hihi lucu ya* supaya aku berenti maksain Sayyid nen…
Jadi, baru nen sebentar udah tidur… ditaro bangun deh *wong pura2 tidur kok*
Akhirnya menyerahlah aku, dan kasih Sayyid sufor kembali…
Lama kelamaan akhirnya Sayyid terbiasa juga, nen dari yg kiri… meskipun tetap masih flat…
Alhamdulillah…
tapi proses menyusuinya jadi lamaa bangett… bisa lebih dari 1 jam selesai… itu pun masih nangis
dan akhirnya ditambahlah sufor….
Lalu kemudian Alhamdulillah 1minggu setelah keluar dr RS, pydr kananku kembali bisa digunakan…
Walaupun masih nyeri, tpp gpp yg penting lukanya dah sembuh…
Dan dalam beberapa hari kemudian, akhirny aku menikmati yang namanya proses menyusui
tanpa sakit, tanpa nyeri dan gak keringetan lagi😀
Aku susui Sayyid dr kanan dan kiri…
tapi tetepp bisa 1 jam lebih.. terus Sayyid nangis…
ibuku yang ngeliat aku, langsung gemes… dan nyuruh aku kasih sufor…
terus saja seperti itu…
Tapi, aku tetap bersikukuh untuk tetap menyusui langsung dulu sebelum kasih sufor…
Saat itu aku masih dalam cuti melahirkan.. tinggal beberapa minggu lagi…
targetku adalah ketika aku masuk kerja, sudah kembali full ASI..
aku masuk kembali saat Sayyid berusia 2bulan…
Alhamdulillah peningkatan demi peningkatan terjadi…
Mulai dari kombinasi nen dan sufor sepanjang hari…
Meningkat menjadi kombinasi nen dan sufor hanya siang hari… sedangkan malam full ASI…
Meningkat lagi menjadi kombinasi nen dan sufor hanya 2 kali di siang hari, sedangkan malam full ASI…
meningkat lagi menjadi 1 kali di siang hari, dan malam tetap full ASI…
Alhamdulillah wa syukurillah…
* ohya pesan singkat: untuk masalah pumping, nanti aku ceritakan di blog lainnya yaa *
Tapi ujian tidak sampai situ saja kawann…
Ujian sufor sudah lewat.. ya iyalah wong aku dah make sufor…
Sekarang ada tambahan lainnya, yaitu masalah MPASI (makanan pendamping ASI)
Aku memegang teguh rekomendasi MPASI saat 6bulan nanti…
Tapi, seperti yg aku jelaskan di blog sebelumnya, hal ini sangat tidak populer di keluargaku termasuk keluarga besarku…
Paling bagus MPASI saat 4 bulan.. Sisanya bahkan ada yang baru lahir sudah dikasih pisang.. haha
Jadi, tiupan mpasi ini mulai berhembus kencang beberapa hari seblum cutiku selesai…
Tidak hanya dari keluarga intiku, tapi keluarga besarku… om2 tante2… dsb
Ibuku sempat bercerita, bahwa salah 1 keponakanku pernah diam2 dikasih pisang sama eyang utinya…
dan ibuku pun sempat cerita, bahwa ibuku sendiri pernah diam2 kasih bubur ke salah 1 cucunya…
dan sampai akhirnya ibuku punya rencana utk kasih bubur ke Sayyid diam2 saat aku kerja nanti…
Saat itu setan keputus asaan mulai menghampiri…
Idealismeku tiba2 hilang begitu aja…
“Bodo amat ahh… kasih2 makan aja sekalian… udah pasti gagal ASIX nya”
Tapi, alhamdulillah berkah dari ikut milis sehat, dsb
setan keputusasaan akhirnya lenyap malah berganti tekad untuk tetap bertahan MPASI saat Sayyid 6 bulan nanti…
Akhirnya tibalah saat masuk kantor kembali…
targetku gagal utk full ASI saat 2 bulan… aku naikkan lagi targetnya jadi 3bulan…
Tapi, Alhamdulillah peningkatan demi peningkatan kembali terjadi
Yang terakhir adalah kombinasi nen dan sufor 1 kali di siang hari, dan malam tetap full ASI…
lalu meningkat menjadi full ASI saat weekend.. yeeayyy Alhamdulillah
tapi itu pun masih labil…
Apalagi kalau ibuku melihat Sayyid nangis setelah nen, pasti ibuku langsung komen, “ASInya kurang tuhh… masih laper.. udah kasih susu” karena masih labil dan pede-ku belum tinggi ya aku iyakan saja dengan mata berlinang… maaf ya nak
Sampai suatu saat, ketika aku pulang kerja…
dengan lelah yang teramat sangat.. setiap pulang dan Sayyid belum bobo, aku langsung menyusui Sayyid sampai Sayyid bobo…
Ibuku duduk di depanku, lalu mengatakan hal yg dikatakan salah satu keluargaku… yang intinya jangan memaksakan kasih ASI…
Mungkin ASI-ku kualitasnya gak bagus… jadi bayinya gampang laper.. Sayyidnya juga gak gede2… (memang berat Sayyid tidak terlalu signifikan peningkatannya … umur 2 bulan hanya 3,6kg.. dari berat lahirnya 3,1kg
Jlebbb!!! kualitas ASI gak bagus???
Tapi, ntah dari mana kekuatan itu datang… aku dengan tegas menjawab “Gak mungkin ASI gak bagus.. wong ASI itu langsung diciptain Allah kok.. Lagian ada kok temanku yang anaknya juga kayak Sayyid beratnya gak gede2 bangett.. tapi sehat… (makasih Widya utk sharingnya)”
Saat itu yg aku fikir adalah ALLAH MAHA ADIL… gak mungkin Allah ngebeda2in ASI tiap makhluknya…
bahkan ibu yang kurang gizi pun masih bisa menyusui…
masa iya aku yang makannya teratur dan sehat dibilang kualitas ASInya gak bagus…
Aku g
ak bisa nyalahin pendapat salah 1keluargaku itu..
karena beliau pun mendapat fikiran spt itu adlh hasil konsultasi dengan dokter anaknya …
Bukan itu saja… akhirnya salah 1 keluargaku itu pun bilang kalau “Sayyid kayak anak panti asuhan… masih kecil aja…”
Sediiih bangettt denger itu… tp lagi2 dengan kekuatan Allah aku menyangkal pernyataan itu dengan mengatakan “ada kok temanku yg anaknya kayak gini.. tapi yang penting sehatt”
Hampir berlinang air mata ini.. tapi aku gak boleh sedih,..
karena emosi ibu sangat berpengaruh di produksi ASI utk bayi… Saat itu aku masih menyusui Sayyid sampai akhirnya Sayyid tertidur…
Aku terus menerus menggali ilmu dari milis, kawan2 dsb…utk menguatkanku…
target 3 bulan belum tercapai juga.. tapi sudah lebih stabil..
Dukungan suami sesungguhnya mulai berkurang… Suamiku mulai membiarkanku…
Sampai akhirnya ada momentum special…
Saat suamiku berkeinginan utk pulang kampung ke bandung selama 4 hari… saat libur yg cukup lama…
Saat itu aku sedih bukan main.. krn kalau suamiku pergi, siapa yg mengurus kerjaan rumah…
*hehe sejak aku melahirkan sampai akhirnya dapat asisten rumah tangga memang pekerjaan rumah suamiku yg urus .. Love you dah*
Bukan aku mengeluhkan..
tapi jika liburan aku ingin benar2 full ASI…
tapi kalau full ASI, waktuku benar2 habis hanya utk menyusui Sayyid… boro2 ngurus rumah.. mandi sholat aja mesti buru2…
Alhasil seringkali gagal full ASI krn aku tak sanggup dan terpaksa menyerahkan Sayyid dalam keadaan menangis ke ibuku.. dan akhirnya kasih lagi deh sufor…
Tapi momentum inilah yang membuat dukungan suamiku kembali tinggi utk aku bisa full ASI…
Yapp.. komunikasi… aku harus menyampaikan apa yang aku rasakan, fikirkan, rencanakan utk Sayyid…
termasuk kejujuran bahwa aku merasakan dukungan suamiku mulai berkurang…
Alhamdulillah aku merasa dukungan suamiku tinggi lagi…
sampai akhirnya saat Sayyid berusia hampir 4 bulan…
September.. cuti idul fitri yang cukup lama yaitu 9 hari…
Aku niatkan utk full ASI selama 9 hari itu… no more sufor…
Aku cari2 dukungan, penguat dari milis sehat…
Sufor yang biasanya ada d rumah ibuku, tiba2 diberikan ibuku kembali ke aku…
“nih, kalo kurang tambah aja susu… “
tapi tidak sprti seblum2nya yg aku jawab dengan moderat “Iyaa nantiii”, tapi saat itu aku
menjawab “Nggak mauu ahhh”
Ibuku sampai heran… hehe
Alhamdulillah so far berhasill
Bahkan saat mudik 3 hari 2 malam ke Bandung… sufor tidak dibawa sama sekali
Mertuaku pun sampai heran…
Alhamdulillah berhasil dilewati 9 hari…
Momen yang sangat berharga bagi hidupku… yg menjadi penyemangatku…
Tapi, keberhasilan ini tidak ditanggapi baik oleh keluarga
karena kelihatan sekali Sayyid menjadi lebih kurus…
Tapi, aku tetap pede… krn toh Sayyid tetap ceria… itu yg jadi patokanku…
Sejak saat itu, Alhamdulillah Sayyid full ASI saat aku d rumah…
Sedangkan saat kerja masih ditambah, krn hasil pompa ASIku belum cukup juga…
MPASI
—–
Saat itu Sayyid sudah berusia 4 bulan,…
Virus utk kasih makan Sayyid sebelum 6 bulan mulai kembali menghinggapi…
“Si ini, si itu juga kasih makan kok”
“Kata si ini, kata si itu… bla bla bla”
Itu kata ibuku…
Alhamdulillah kekuatan Allah sedikit saja mampir di hatiku…
Aku katakan, “Yaa biarin aja… Sayyid kan anakku, terserah aku dooong… Lagian sekali2 kek ma ada cucu mama
yang bisa makan pas 6 bulan aja.. Sekaliii aja.. “
Ibuku akhirnya nyerah… aku dah gak bisa dirobohkan keyakinanku…
Malah, Alhamdulillah ibuku selalu mengomentari pertanyaan2 yg menanyakan kapan Sayyid makan dengan candaan,
“Biarin. Mau ngikutin dokter… siapa tau Sayyid nanti jadi dokter” hehe Amiiin
Tapi, cobaan bukan hanya dari keluarga….
Sampai ada kejadian yg bikin aku emosi, salah astu keluargaku ketahuan diam2 maksa Sayyid makan nasi…
Aku emosi bangett… “Kenapa siii gak bisa menghargai aku!!”
Aku tahu mereka sayang sama Sayyid… tapi tolong hargai aku sebagai ibunya yang sudah mengatakan berkali2 bahwa
hanya ingin kasih Sayyid makan saat 6 bulan…
Dengan kekuatan Allah pula, aku komunikasikan ke keluargaku itu… bahwa aku tidak terima hal tsb.. dengan kata2 yg menurutku sudah sangat halus…
tapi malah aku kembali mendapat omongan yg gak enak yg intinya, “mentang2 aku sekolah tinggi, UI lagi.. gk mau diatur2”
Sediih kawann dengar ucapan tsb…
Ada juga yang maksain Sayyid kasih biskuit… tapi Alhamdulillah ibuku benar2 menghargai keputusanku dan meminta keluargaku itu utk tidak memaksa kasih Sayyid buskuit… Love you mama…
Ada yg benar2 menggurui aku… utk gak usah dehh ikut2 kata dokter… “di sini gak ada Sit yang ngikutin kata dokter.. kasiih ajalah bubur sehari sekali juga cukupp…”
“Beratnya berapa?” aku jawab 4 bulan
“Tuhh 4 bulan masih kecil begitu… kasiann… nanti tubuhnya gak kebal”
(padahal saat itu Sayyid berusia 5 bulan kurang beberapa hari… coba kalo aku bilang Sayyid 5bulan, komentar apa lagi nih?) hihi
Dan yang terakhir… sampai ibuku cerita kalo ada yang bilang.. “Ahh siti mah emang gak bisa ngurus anak”…
Aku jawab “Terseraaaah…. mau dihina, mau dicela, mau dimusuhin.. terserahhhhh… Sayyid kan anakku sendiri.. terserah aku doooong”
Tapi, rujur dengan segala hal tsb, aku merasa terasing di keluarga besarku…
Dengan cara yang tidak populer di keluarga…
Aplagi aku tinggal di lingkungan yg kanan kiri depan adalah keluargaku.. maklum.. kami orang Betawi…
Mungkin kalau tinggal d rumah sendiri… dengan lingkungan yg benar2 berbeda, ujian gak akan terlalu besar spt ini…
Sempat berkali2 aku berfikir ingin pindah rumah… biar tenang… tapi yaa lagi2 kondisi ekonomi broooow
lagian ibuku masih berat ditinggal oleh aku.. hehehehehe
Akhirnya… Alhamdulillah lewat sudah Sayyid 6 bulan.. 16 November 2010 tepat Sayyid berusia 6 bulan…
Ujian tentu masih belum berhenti… keyakinanku utk tidak memberi Sayyid makanan yg mengandung gula dan garam termasuk biskuit pastinya akan menghadapi berbagai rintangan…
Sungguh 6 bulan ini masa yang penuh tantangan…
Tapi sunggguh dengan 6bulan ini aku banyak belajar utk memperbaiki ddiri…
Dulu, aku orang yg lemah… yg gampang bilang terserah.. gak tegas, dan gampang menyerah…
Tapi, atas ridho, kekuatan Allah… aku bisa mengurangi sedikit demi sedikit kekuranganku…
Alhamdulillah Allah menitipkan Sayyid di kehidupanku…
Sungguh anugerah yg tak ternilai harganya…
Terima kasih Allah… sudah menciptakanku dan menjadi Tuhanku satu2nya.. Love You Allah
Terima kasih suamiku…
Terima kasih ibuku… bapakku atas pengertiannya
Terima kasih keluargaku… atas ujian yg diberikan
Terima kasih special utk mbak Shinta, Widya, mbak Ning, susi, mbak victoria antonia, mbak Lita
milis sehat, milis asiforbaby, pencipta google (:D), dll yang secara tidak
langsung memberiku banyak motivasi, inspirasi dan kekuatan…
dan tentunya untuk Sayyidku tersayang.. krn sudah menjadi bagian dari hidupku…
*Best practice
– Setiap ibu pasti dan pasti bisa menyusui…
bahkan ibu adopsi pun bisa menyusui anak adopsinya… ada caranya kawan…
– Ptg yg datar tetap bisa menyusui kok… sekarang sudah banyak alatnya, salah satunya
penyambung ptg yaitu nipple shield yg harganya hanya 20ribu rupiah saja…
Selain itu bisa dikeluarkan dengan Nipple puller, atau dipompa dulu baru menyusui…
– Gak ada satupun susu formula yg bisa menyamai kualitas ASI, mendekatipun tidak…
Jangan terpengaruh sama iklan.. Semahal2nya sufor tidak ada yg bisa menandingi kehebatan ASI.
– ASI Ekslusif (ASIX) adalah pemberian ASI saja… tanpa sari buah, makanan lain bahkan tanpa AIR PUTIH
– Bayi baru lahir bisa bertahan hidup 2-3 hari tanpa pemberian asupan apapun…
Jadi, jika ASI belum keluar saat baru melahirkan jangan buru2 kasih sufor.
– Bayi menangis terus dan susah tidur di minggu2 awal (bisa smpai 1 bulan atau lebih) bukan berarti karena ASI kurang
tapi, karena bayi sedang beradaptasi dengan dunia yang sumpek ini… dan sedang belajar menyusui…
Wajar kan, 9 bulan berada di rahim ibu yang sangat teramat nyaman… dengan makanan yg langsung tersedia melalui tali pusatnya,
tiba2 harus keluar ke dunia ini yg sangat teramat beda kondisinya dengan rahim, dan byi harus berusaha utk menyusui dengan
mulutnya sendiri… Jadi, jangan sampai kasih susu formula…
– Bayi susah tidur malam, menangis terus2an… tapi siang tidur mulu… juga bukan karena bayi lapar …
Tapi, krn bayi sdg menyesuaikan diri lagi… ketika d rahim pun demikian, malam lebih aktif bergerak dibanding siang…
karena ketika siang kita aktif beraktifitas jadi bayi merasa diayun2 yg membuatnya tidur lelap di dalam rahim…
Sedangkan saat malam kita tidur, bayi menjadi aktif kembali … ^^
– Bayi memasukkan tangannya ke mulut.. bukan berarti dia lapar…
Tapi itu adalah refleks pertama bayi yg diberikan Allah untuknya utk belajar cara makan .. krn makan adalah memasukkan
makanan dari tangan ke dalam mulut *really love this statement .. thanks mbak Shinta*
– Wajah bayi merah2 saat minum ASI… ini bukan alergi.. ini adalah reaksi yang wajar dan akan hilang dengan sendirinya…
– Bayi sering Buang Air Besar saat minum ASI… bukan berarti bayi diare… dan gak cocok dengan ASI, tapi karena itu adalah
reaksi yang wajar karena tubuh sedang mengeluarkan sisa2 kotoran bayi selama dalam kandungan.. hal itu akan berhenti dengan
sendirinya… SO, jangan berfikir bayi alergi dengan ASI… karena ASI pasti cocok dengan bayi.
– Hindari penggunaan dot dan botol sebisa mungkin terutama di awal2 kelahiran… hampir pasti bayi bisa mengalami
“bingun puting” sehingga tidak mau menyusui langsung…
– kenapa Memberi makan bayi harus 6 bulan..? bukan hanya rekomendasi pemerintah tapi juga WHO… ini berlaku tidak
hanya utk ibu yg menyusui ASI saja, tapi juga yang campur ASI dengan susu formula bahkan yang hanya susu formula saja…
Karena, enzim pencernaan bayi baru ada saat bayi tsb 6 bulan…
– Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) utk kelancaran ASI kita… aku sudah pernah bahas ini diblog sebelum2nya
– Ini yang paling penting, produksi ASI sangat tergantung pada kondisi fikiran kita.. kalau ibu stress, sedih… pastilah
ASI akan berkurang… kalau kita berfikir “ASI ku sedikit… ASI ku kuraaang… ASI ku bakalan kering nih”.. percayalan
apa yang kita pikirkan pasti akan terjadi… Berfikilah positif terus menurus…
ASI itu berproduksi sesuai permintaan bayi.. Semakin sering bayi menyusui, atau semakin sering dimpompa ASI akan terus
berproduksi… Percayalah.. itu yang aku alami.. Saat aku stress, pasti Sayyid rewel…
Hal ini adalah pengaruh dari hormon oksitosin yg bertugas utk meneruskan respon dari otak ke pabrik ASI utk segera memproduksi ASI
– Dukungan suami adalah hal yang paaaaliiiing pentiiing… komunikasikan apapun ke suami agar suami benar2 menjadi
pendukung utama kita
Dan yang terakhir tapi paling utama… Ikhtiar tanpa doa adalah hal yang mustahillll…
Minta saja apapun ke Allah pasti dikabulkan…
~Special utk para calon ibuu…
~utk yg udah jadi ibu mohon ditambahkan di bagian best practice utk dijadikan ilmu tambahan utk kita bersama dan tentunya utk calon ibu…
Semoga bermanfaat.. Amiiin
(the end)
Posted by: faditya | November 18, 2010

My first challenging 6 month … breastfeeding

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Mungkin aku pernah cerita, aku pernah sekenanya bicara ingin nikah sebelum umur 25,
dan ingin punya anak saat usia 25 tahun…
Wallahualam.. mungkin omonganku yang sekenanya itu diamini oleh malaikat2 Allah dan membuat
Allah mewujudkan keinginanku itu…
Yapps… menikah tepat di usia 24 tahun lebih 4 bulan… dan 2 bulan kemudian aku dinyatakan
positif hamil dengan usia kandungan 7minggu…
Alhamdulillah wasyukurillah…
Gak pernah menyangka bahwa Allah cepat sekali menitipkan makhluknya padaku…tepat di usiaku 25 tahun lebih 1 bulan…
Anak…
bukan hanya sekedar anugerah dari Allah, rezeki dari Allah…
tapi lebih dari itu anak adalah titipan Allah…
Tidak bisa kita memperlakukan sesuka hati kita…
ada ilmu di sana yang harus dipelajari oleh aku sebagai calon ibu dan suamiku sebagai calon bapak…
ASI Ekslusif (ASIX), itu cita2 pertamaku… untuk merawat titipan Allah yang sangat berharga itu…
Sesuatu yang tidak populer di keluargaku… bahkan keluarga besar dari ibu dan bapakku seingatku tidak ada 1 pun yang ASIX 6bulan…
Ada yang sampai 4 bulan.. setahuku itu hanya 1 saja yaitu tanteku…
ASI merupakan hak dasar dari setiap bayi yang baru lahir…
Kalau kata salah seorang temanku…
Allah menciptakan makhluknya sepaket dengan makanannya untuk bertahan hidup…
Bahkan Allah pun telah mengajarkan makhluknya bagaimana cara makan sejak di dalam rahim…
Ya… ASI… itu adalah paket makanan yang telah diberikan Allah untuk makhluknya yang bernama manusia…
Memang aku akui,.. dengan segala kelemahanku… aku merasa aku masih kekanak2an ketika mengemban amanah yang bernama anak ini…
Jujur… aku merasa belum pantas disebut ibu…
Tak pernah terbayangkan begitu beratnya perjalanan menjadi seorang ibu…
Sebagai gambarannya,
Beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL), ada lowongan CPNS DepKeu…
datelinenya kira2 2 minggu setelah HPL…
salah satu syaratnya adalah tes kesehatan di puskesmas …
2 minggu sebelum HPL, aku niatkan utk ikut tes tersebut…
Tapi, suamiku menyarankan nanti saja tesnya kalau sudah melahirkan… dan aku mengiyakan…
See… bagaimana kami tidak pernah menganggap bahwa minggu2 pertama kelahiran bayi adalah saat yang teramat sulit…
Bahkan saking nyantainya, saat cuti sebulan sebelum melahirkan,
aku dengan santainya oprek2 Joomla, drupal dan CMS lainnya (dasar programmer! haha) utk rencana proyek lepasku…
setelah bosan oprek2, aku malah dengan nyantainya menyelesaikan game Theme Hospital yang dah lamaa banget pengen aku
selesaikan, tapi karena kesibukanku jadi gak selesai2…
Just for review, Theme Hospital adalah games yang bertemakan manajemen Rumah Sakit… mulai dari nol sampai rumah sakit itu lengkap fasilitasnya… salah satu yang menarik adalah fasilitas ruang operasi yang akhirnya aku lihat dengan mata kepalaku sendiri ketika aku harus menjalani operasi cesar…
Proses menyusui…
—————-
Aku gak tau sama sekali bagaimana cara menyusui…
Akhirnya aku minta diajarkan oleh bidan di RS tempat aku melahirkan…
Yapp… proses yang menjadi sangat sulit…
karena ke2 (maaf) payudaraku (selanjutnya ditulis pydr) memiliki (maaf) puting (selanjutnya ditulis dengan kata ptg) yg melesak ke dalam…
terutama yang bagian kiri…
Akhirnya aku mengandalkan yang bagian kanan, karena masih sdikit keluar…
Dan untuk merangsang ptg supaya keluar, bidanku memberikan alat suntik tanpa jarum untuk bisa menarik ptg keluar…
jadi saat sudah ketarik sedikit, langsung sodorin ke Sayyid…
Sulit, apalagi saat itu masih pagi, Sayyid masih ngantuk2nya…
jadi musti dikitik2 supaya Sayyid bangun dan mau menyusui…
Akhirnya sedikit demi sedikit Sayyid mau menyusui… Alhamdulillah Sayyid bisa mendapatkan colustrum pertamanya….
Sisanya aku coba pompa…walaupun hasilnya sangat sedikit…
terus menerus aku coba, tak perduli sakit yang kadang terasa…
aku hanya ingin sayyid menyusui…
Saat pulang ke rumah… menjadi masa yang teramat sulit…
Gak disangka gak diduga… begitu sulitnya Sayyid tidur di malam hari…
kerjaannya hanya nen nen dan nen terusss,…Sedangkan siang tidur…
Saat itu, ptg ku sudah mulai luka… yang membuat sakit yang teramat sangat ketika Sayyid menyusu…
Setiap kali Sayyid nen, keringatku langsung keluar deras karena menahan sakit yang teramat sangat…
Aku coba bertahan… demi memberikan yang terbaik untuk Sayyid….
Sedangkan utk yg kiri, aku pompa…
untuk persiapan nanti masuk kerja…
bahkan aku pun sudah beli sejumlah botol2 kaca utk menyimpan ASIP…
Di masa2 itu, virus susu formula (sufor) sudah mulai berkeliaran…
Ibuku berkali2 menanyakan kapan beli sufor?
Gapapa tambah aja, si “itu”, si “ini” juga tambah sufor kok…
Ibuku lebih kasian akunya karen aku kurang tidur, dan terlihat sekali aku kuruss…
Bodohnya, aku bilang “Iyaa, nantiiii”…
Sampai akhirnya hari ke-9..
lagi2 karena kurang ilmu… malam itu Sayyid susah banget tidur… dan terus terusan (maaf) cepirit…
Panik… aku pikir itu yang bikin Sayyid susah tidur… mungkin perutnya gak enak…
Jadi esoknya hari-10 yang bertepatan dengan waktu aku kontrol ke dr SPOG ku utk mencabut jahitan cesarku,
aku periksakan SAyyid ke dokter spesialis anak (DSA)…
Gak pernah disangka… itulah awal mula saat virus sufor semakin kencang…
DSA ku bilang berat sayyid kurang… hanya naik 1 ons dari awal 3,1 jadi 3,2.
She said, “ASInya kuraang ibuuu… harus ditambah susu formula….”
Jlebbb…
Aku gak pernah berfikir bahwa ASI akan kurang…
Gak sama sekalii…
Selama ini aku pede bangettt…
Saat itu aku langsung down… sangat teramat down… sampai hampir menangis….
Aku telepon suamiku, dan memintanya untuk membeli sufor… Alhamdulillah suamiku tidak langsung mengiyakan..
Tapi, alhamdulillah saat itu juga bayiku diperiksa bilirubinnya yang ternyata masih normal…
Dan Alhamdulillah bidan2 di RS itu bahkan dr SPOG ku (terima kasih dokter Prita :)) malah menguatkanku
dan memintaku untuk lebih percaya diri…
Intinya jangan dengerin DSAku…
Dan malah memberi solusi untuk ptg ku yang luka2…
Saat itu, aku periksa ditemani ibuku….
Ketika ibuku dengar apa yang dikatakan DSA itu… membuat ibuku semakin gencar utk minta aku beli sufor…
tapi, sekali lagi dengan bodohnya aku bilang, “Iyaa… ntarrr”,,,,
Alhamdulillah malam setelah periksa tsb, Sayyid tidurnya pulas bangettt…
Seolah2 menyatakan, “nggak ummy, ASInya cukup kok”…
Tapi itu tidak berlangsung lama… beberapa hari kemudian Sayyid susah tidur lagi,.. maunya nen terus…
Akhirnya setan2 mulai berteriak lagi…
Sampai akhirnya aku tidak sanggup… tidak hanya karena sakit di ptgku… kondisi psikisku mulai terganggu…
Mungkin ini masa baby blues…
Akhirnya aku menangis gak karuan di pundak suamiku… Sa
yyid aku biarkan menangis (maafkan ummy ya nak)…
dan aku sampai berkata, “mungkin ASIku memang kuraang”…
Alhamdulillah suamiku menguatkanku dan mengatakan, “mungkin memang lagi masanya”…
Akhirnya suamiku berhasil membuat Sayyid tidur pulas sampai pagi.
Esoknya, aku kirim sms ke sejumlah temanku yang aku tau punya baby boy dan aku yakin berhasil dengan ASIXnya…
karena sejumlah pendpat berseliweran kalau baby boy lebih banyak nyusunya…
Terimakasih banyak mbak ning, mbak Shinta, and Widya yang sangat teramat menguatkanku…
yang membuat pedeku kembali meningkat… buzzz….
Aku mulai kembali menikmati masa menyusui… meskipun tetap ptgku sakit teramat sangat meskipun sudah dilakukn
berbagai cara utk mengobatinya…
Tapi, ujian terus menerus menghampiri…
kira2 3 minggu setelah kelahiran Sayyid, aku demam… menggigil…
pydr kananku bengkak dan sakit, lukanya semakin berasa…
Di saat seharusnya aku istirahat, Sayyid malah jadi susah tidur lagi… malam hampir2 gak tidur, nangis terus2an…
hanya nen yg bisa mendiamkannya…
Dari beberapa artikel yg aku baca, bengkak dan sakit pydrku hanya bisa disembuhkan dengan membiarkan bayi terus nen…
dan juga dilakukan kompres,,,
Keadaan ini diperparah dengan aku yang gak bisa makan, setiap kali makan aku langsung mual, padahal biasanya aku makan banyak bangettt… jadilah asupanku berkurang… mungkin itu yang bikin sayyid juga gak berenti2 nen…
sekitar 2/3 hari sembuh seketika… demam hilang, makan enak, pydr jg gk terlalu sakit lagi..
Alhamdulillah…
Tapi, tak disangka tak diduga seminggu kemudian kumat lagi… demam tinggi, susah makan, pydr bengkak dan sakit bangett…
Saat itu, aku hampir nyerah dan ingin saja kasih sufor…
Pikiranku, toh aku juga produk ASI ditambah sufor bahkan MPASI sebelum waktunya, tapi toh aku sehat aja…
Suamiku terus menyemangatiku…
Tapi, di hari kedua…1 hari sebelum Sayyid berusia tepat 1bulan…
Aku merasa sudah tidak sanggup lagi… Aku buth istirahat… Demamku makin tinggi, pydr semakin sakit… dan Sayyid semakin rewel…
mungkin karena laparr… sedangkan asiku tersumbat d pydr kanan krn bengkak…
Sedangkan pydr kiri masih susah untuk disusui, krn ptgnya masih saja melesak ke dalam… kadang2 bisa kalau aku paksakan…
Akhirnya aku menyerah… dan menuruti permintaan ibuku utk memberikan sufor…
Suamkipun akhirnya tidak berkutik…
Sufor merk apa?
Aku tanya kakaku, kakaku masih berusaha menahan aku utk tidak beli sufor… tapi aku sudah tidak sanggup,,,
jam stg10 malam suamiku pergi ke giant utk membeli sufor dengan merk yg direkomendasikan kakaku,
tidak terlalu mahal dan bukanlah yang paling murah…
Saat itu aku sudah lelah teramat lelah… demam makin tinggi sampai aku mengigau saat tidur…
Suamiku masih belum memberi sufor ke Sayyid, mungkin masih berharap keadaan jadi lebih baik…
Sayyid terus menerus menangis… aku tak sanggup menyusui lagi…
akhirnya lewat tengah diberikanlah Sayyid sufor dengan botol dan dot…
setelah itu Sayyid tertidur pulasss…
Paginya, aku coba memperbaiki keadaan…
Aku coba pompa pydr kananku, tapi hasilnya malah keluar nanah…
Kakaku yg seorang perwat dan pernah mengalami hal tsb langsung menyarankanku utk segera ke dokter SpOG…
Paginya, aku dan suami ke RS, Sayyid terpaksa ditinggal…
Aku dah hopeless… saat itu kondisi psikologisku sudah payah… dah nggak tau lagi deh…. pasrahhh…
sekaligus sedih… krn akhirnya aku gagal ASIX… Aku merasa gagal…
Saat di RS, tak pernah terfikirkan bahwa ternyata aku positif typhus… plus infeksi pydr yg sudah cukup parah
dan butuh antibiotik…
terpaksalah aku dirawat inap selama 4 hari 3 malam…
Awalnya dr SPOG ku menyarankan utk membawa bayi, tapi… aku gak pede… aku yakin Sayyid akan rewel kalau dibawa…
jadinya aku gak bisa istirahat… karn pydr kananku belum bisa dipakai, hanya bisa dipompa. sdgkan pydr kiri masih susah disusui…
orangtuaku pun tidak mengizinkan…
Hopeless…
di RS pydr tetap aku pompa kanan dan kiri…
tapi hasilnya sangat sedikit… mungkin lebih karena ke-pede-an ku turun drastis…
Kukirimkan sms ke salah satu temanku …
Terima kasih mbak shinta, udah kasih aku semangat bahwa aku bisa relaktasi…
Bahkan, ibu adopsi saja bisa menyusui bayi adopsinya dr pydrnya…
Masa iya aku yg sudah pernah berhasil menyusui selama 1 bulan tidak bisa kembali menyusui…
Relaktasi… kata yang baru…
ilmu baru…
(to be continued)
Posted by: faditya | November 17, 2010

perkembangan Sayyid 6 bulan

Alhamdulillah Sayyid sudah 6 bulan…

Alhamdulillah Sayyid masuk ke tahapan pemberian makanan pendamping…
Alhamdulillah sekarang Sayyid dah bisa:
  • makin jago guling2… dan bikin was2 kalo tidur… seringkali sadar2 Sayyid dah ada di pinggir tempat tidur…
  • lagi belajar duduk… Alhamdulillah badannya mulai bisa ditegakkin… biasanya kalo dibuat duduk, tuh badan langsung doyong ke depan…
    Kadang2 malah aku coba lepas dan Sayyid bisa beberapa detik duduk tanpa aku pegangin…
    Sekarang malah kalau mandi sambil duduk di bak mandi… karena kalau dibuat tidur, malah gak bisa diem kakinya…
  • Pijakan kakinya makin kuat… kalau didiriin kuat bangett… bahkan kadang aku lepas, dan Sayyid berhasil berdiri sendiri dalam beberapa detik…
  • Ocehannya mulai banyak variasinya…
    Bahkan hehe saat Obama dateng ke Indonesia, tiba2 Sayyid ocehannya “Eee.. Bababa.. Mamama… ebama” hehehe nyambung gak ya?
    Terus kalo nangis dan mau digendong sama aku, tangisannya berbunyi “Emmyy…” maksudnya ummy kali yaa… hehe
  • Sayyid makin lengket sama aku.. kalo aku libur, Sayyid maunya hanya digendong aku.,. bahkan sama uwanya (neneknya) gak mau… Mau siii, tapi pas digendong tetep liatin aku dan pas aku pergi langsung deh Sayyid nangis kelengerrr…
  • Sadar kamera… hehe.. kalo dulu difoto bengong2… Sekarang kalo ada kamera di depanny langsung deh sanyam senyum nyengir ketawa…
  • Ohya, ada satu yang sempet terlewat dari pengelihatanku…
    ternyata Sayyid udah jago mindah2in barang dari tangan kanan ke kiri dan sebaliknya… ^^
Dan akhirnya, Alhamdulillah Sayyid udah bisa maem…
menu pertama: bubur gasol beras merah ditambah ASI…
Awalnya makannya sedikit bangett.. plus akunya juga belum pede…
mungkin pas awal terlalu cair, jadi gak terlalu suka…
Setelah sejumlah percobaan, akhirnya Sayyid makan lahap pagi ini..
dengan bubur yang dibuat agak kental…
Alhamdulillah …
Perjalanan masih panjang ^^
Posted by: faditya | November 12, 2010

watch out your mouth…

Subhanallah… alhamdulillah…

Allah menciptakanku tanpa cela…
dengan mulut yang bisa berbicara lancar,
dengan telinga yang bisa mendengar dengan baik *walaupun kadang2 budi :D*
Alhamdulillahirabbil’alamiin…
Tapi entah berapa banyak orang bahkan mungkin aku yang tidak bisa menjaga pemberian Allah yang satu ini… mulut…
Berapa banyak kata2 yang tidak bermanfaat keluar dari mulut kita?
Bahkan kata2 itu secara tidak sengaja menyakiti hati orang lain?
Sekitar 1 tahun lalu… aku jalan sama temanku…
Gak sengaja aku melakukan kesalahan… gak besar… hanya gak sengaja…
terus dengan gampangnya dia mencaci aku Gu*bL*k banget sih lo…
Memang aku dah jarang banget jalan bareng sama dia…
dan alhamdulillah selama ini aku berteman dengan teman2 yang lembut perkataannya,…
jadi ketika temanku mencaci seperti itu, rasanya aneh… kok bisa ya mulutnya dengan mulus melempar kata2 seperti itu…
Seringkali juga aku membaca komentar2 di media, entah itu komentar artikel, status facebook… dsb…. kok gampang banget ya mengeluarkan kata2 kasar a*j*ng, t*i, dsb sampai perkataan yang menjurus porno…
Seringkali juga aku mendengar ibu2 yang mengomeli anaknya dengan kasarnya…
dan efeknya anak itu terbiasa mengucapkan kata2 itu dalam kesehariannya…
Seringkali aku mendengar lagu2 cacian dari sekelompok pendukung fanatik spt bola yang dengan lancarnya menciptakan lagu penuh dengan cacian dan kata2 kasar….
Aneh…
katanya Indonesia negeri yang ramah…
negeri yang punya tata krama…
tapi ngeliat orang2 itu… benar2 aneh…
Okelah itu hal ekstremnya…
tapi ada juga yang terbiasa bicara lembut… tapi tanpa disadari kata2nya tajam setajam silet… dan itu tidak disadari…
aku rasa mungkin ini yang lebih mengerikan…
ketika tanpa disadari, mulut kita berkata yang tidak enak.. menyinggung perasaan orang lain, memojokkan orang lain dan menganggap dirinya paling benar…
itu yang lebih mengerikan…
karena kata2 itu bisa menujam tajam ke dalam hati…
beberapa hari yang lalu, temanku mencurahkan isi hatinya
yang kesal dengan temannya yang ucapannya dan tingkah lakunya secara tidak langsung menyinggung perasaannya…
padahal orang tersebut biasanya lembut…
akhirnya apa yang kubilang mengerikan terjadi…
berbagai prasangka…
berbagai praduga… yang entah itu benar atau tidak…
sampai akhirnya keputusasaan utk tidak lagi peduli…
dan menyerah pada doa…
aku rasa itu lebih menyeramkan…
Apakah aku, kamu, kita pernah seperti itu?
Kawan, maafkan aku kalau aku pernah berkata yang menyakiti hati kalian…
Please correct me directly…
jangan membicarakanku di belakang…
OKEH…
Mohon maaf lahir dan bathin ^^

Older Posts »

Categories