Posted by: faditya | January 10, 2009

Aku dan Konflik….

Beberapa bulan terakhir ini aku denger cerita beberapa teman bahkan pegawai client yang konflik sama bosnya… fiuuuh just worry how if it also happen to me?

Kalau diingat2, kisah aku dengan konflik cukup menarik dan cukup banyak mengubah diriku. Diingat2 aku pernah mengalami 3 konflik terbesar dalam hidup dan ketiga2 nya benar2 menjadi pukulan berat bagiku.

Waktu SD, alhamdulillah hidupku baik2 saja… lancar2 aja… yah diomelin sekali2 sama ortu karena kemalasanku itu menjadi hal yang wajar..

SMP, aku dikelilingi oleh teman2 yang cukup sering berkonflik… seringkali aku berada di tengah2 mereka yang marahan karena hal sepele: iri2an, rebutan sesuatu, soal cowok dsb.. Dan posisiku? aku pastinya akan berada di sisi teman yang menarikku duluan menjadi sekutunya… hehe.. yeah masa SMP adalah masa aku mulai menyadari bahwa aku bukan orang yang tegas dan mudah terpengaruh😀.

SMA kelas 2 adalah konflik besar pertama yang aku alami. Aku mengalami konflik dengan salah seorang guru karena kesalahfahaman. Ibu guru tersebut menuduhku melakukan sesuatu yang sama sekali tidak aku lakukan.
Yang aku tahu, beliau salah menuduh hanya karena aku memiliki wajah yang mirip dengan teman yang sebenarnya melakukan… (emang dasar muka pasaran.. hehe).

Kejadian itu membuatku shock berat, karena kata2 yang diucapkan guru tersebut sangat menyakitkan hati dan juga karena ini pertama kalinya aku mendapat cercaan yang sangat menyinggungku.
Alhamdulillah teman2 sangat mendukungku. Mereka mengetahui kejadian sebenarnya. Dan aku cukup lega mengetahuinya. Meskipun guru tersebut dengan segala kemarahannya menyebarkan berita tidak benar tersebut ke guru2 lain dan murid2 lain di kelas yang berbeda.

Kejadian itu benar2 membuat aku menjadi pemurung dan gak percaya diri untuk beberapa hari. Aku baru mulai semangat lagi ketika seorang guru favoritku mengatakan bahwa dia tidak mempercayai apa yang dikatakan guru tersebut dan mempercayaiku sepenuhnya.

Pelajaran apa yang aku dapatkan dari konflik tersebut. Belajar untuk memaafkan.. Konflik memang terjadi antara aku dan guruku. Tapi sebenarnya di dalam diriku ada konflik yang besar, kemarahan terhadap temanku yang sebenarnya melakukan hal itu namun tidak mengakuinya dan mencoba membantu menyelesaikan masalahku. Cukup sulit untuk memaafkan orang yang bahkan tidak meminta maaf kepadaku.. Tapi, ya sudahlah seiring waktu aku mulai bisa melupakannya….

Konflik kedua dan ketiga terjadi di masa2 kuliah. Keduanya melibatkan orang terdekatku dan keduanya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang.

Konflik kedua sangat menyiksaku, karena hanya aku dan satu orang terdekatku yang mengetahui hal tersebut. Aku gak mungkin menceritakannya kepada orang lain yang sama sekali tidak tahu duduk persoalannya. Dan memang pada saat itu, aku memang sedang kekurangan tempat curhat😦. Rasanya gak enak banget, dan itu berlangsung bertahun2 tanpa tahu bagaimana cara menyelesaikannya.
Namun, seiring semakin dewasanya masing2 dari kami, kami menyadari tidak ada gunanya meneruskan konflik ini. Dan kami memutuskan untuk melupakan sebab musabab terjadinya konflik ini demi orang2 sekeliling kami yang sama2 kami cintai.

Konflik kedua ini memberikanku pelajaran untuk bisa toleran terhadap perbedaan.

Konflik ketiga… teman2 terdekatku pasti mengetahui siapa yang terlibat dalam konflik ini… Yaah ini semua terjadi karena fully my stupidness. Di konflik ini, aku menyadari semua sifat terjelekku.. yah meskipun pastinya masih ada sifat jelek yang belum aku sadari…
Konflik ini diakhiri setelah proses pertimbangan yang sangat matang dengan segala proses pembelajaran untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa penyelesaiannya hanya bisa dilakukan dengan cara ini…
Alhamdulillah konflik itu selesai…

Pelajaran dari konflik ketiga adalah pentingnya ketegasan dan keyakinan dalam menjalani kehidupan.. jangan terlalu perasa laaah…..

And now, suddenly I feel worry… My life is too smooth… Just worry if I have not good enough mental when I face more conflict whether with my friends, my bos, my family, etc …..

Fiuuh, karena pada dasarnya Allah memberikan konflik untuk menjadikan diri kita semakin kuat dan semakin pintar dalam menyikapi hidup…

Konflik pasti akan terjadi cepat atau lambat….

Bismillah saja…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: