Posted by: faditya | May 3, 2010

think thank about education things….

Wuaahhh sebenernya banyak banget unek2 ku yang mau diungkapkan mengenai dunia pendidikan kita..,
Terngiang kata2 KH. Zainuddin MZ di tayangan Damai Indonesia kemaren Minggu…
kalau seharusnya yang diutamakan dari pendidikan itu, adalah pendidikan iman (pendidikan agama).

But see… Seingatku dari SD sampe Kuliah… pendidikan agama itu dinomor belakangkan…
mata pelajaran agama paling cuman sekali (maksimal 2 kali) seminggu… Apalagi pas kuliah cuman 1 ato 2 SKS ajah

Pelajarannya semuanya berdasarkan buku, sedikit sejarah, teori, dan yang pasti hapalan yang intinya
semuanya untuk dapet nilai bagus… dan jadi malu kalo nilainya jelek…

Terus pelajaran PPKn… ato PMP di jaman dulu… ini pelajran paling aku nomor belakangin…
Kebanyakan menghapal, malah pernah di kelas 2 SMA… sebagian besar kegiatan di pelajaran ini adalah merangkum setiap bab d buku, terus minta tanda tangan bu guru biar dapet nilai.. dibaca juga kagak hasil rangkumannya…

Alih2 bisa paham sistem kenegaraan di Indonesia, pelajran ini cuman jadi penambah nilai bagus di raport.. itu pun kalo beruntung, karena soal2 di ujian (THB, dsb) suka punya jawaban yang mirip2…

Apa sih tujuan sekolah sebenarnya…
Sebagian besar orangtua, meminta anak2nya sekolah dan bisa dapet nilai bagus
biar gampang dapet kerjaan, dapet gaji gede, terus bisa beli rumah, bantu orang tua dsb…
Akhirnya orientasinya cari duit..
duit lagi duit lagi…

intinya kalo gak sekolah susah cari duit….
(Jadi inget pilem Alangkah Lucunya Negeri ini… motivasi belajar supaya bisa jadi koruptor…
karena hanya orang berpendidikan yang bisa jadi koruptor dan bisa nyuri uang yang jauh lebih banyak)

Belum lagi masalah eksak dan non-eksakta..
Orang yang pinter eksak (IPA) akan jauh lebih dipuja puji dibandingkan orang non-eksakta (Sosial)…
Jago MTK, Fisika, dsb akan dibilang jenius dibandingkan orang yang jago bikin puisi, nyanyi dsb…
Padahal aku yakin sebagian besar orang2 yang membesarkan negara ini adalah orang Sosial…
Kemampuannya berbisnis, berkomunikasi, bersosialisasi, berpolitik itu yang jarang dimiliki orang eksak…

Back to kata2 KH Zainuddin MZ… mengenai pendidikan iman…
Jangan menginterpretasikan sebagai pendidikan yang melulu hanya sholat, ibadah, dsb yang hubungannya sama akhirat..
Tapi menurutku, pendidikan iman itu bisa dibilang pendidikan jiwa…
Dengan pendidikan jiwa, siswa dapat mencintai ilmu, mencintai guru, menghormati leluhur, mempunyai idealisme, mempunya cita2 mulia yang tidak hanya sekedar sekolah untuk mendapt niali tinggi, biar bisa lulus UN,
biar dapet kerja enak, dapet duit banyak… dsb

Tapi lebih dari sekedar itu… Sekolah untuk mengeksplor lautan ilmu yang dulu banyak digali oleh penemu2 masa lalu, orang2 yang menciptakan buku, orang2 yang menemukan teori, orang2 pencipta teknologi, dsb
Bukan hanya pengguna bahkan perusak…

So, dimana kira2 kita bisa dapatkan sekolah seperti itu?
Sekolah negeri?? Sekolah swasta yang mahalnya gak karuan?? Sekolah IT?? Madrasah?? Pesantren?? Sekolah alam?? di luar negeri??

Wuiiih kalo dipikir2 sekarang banyak banget macem sekolah ya… mulai dari yang gratis sampe yang harus
merogoh duit sampe ke ujung dunia….

Dikarenakan posisiku sekarang yang insyaAllah akan menjadi ibu… mau gak mau hal itu kepikiran juga…
Banyak banget keinginan2ku mengenai sekolah ideal… sampe2 kepikiran mau bikin sekolah sendiri aja… *hahaha menghayal lagi*

Aku ingin sekolah yang guru2nya idealis..
nggak menjadi pengajar hanya untuk mendapatkan gaji…
Ada beberapa orang yang menyarakan aku untuk jadi guru, karena jadi guru jam kerjanya enak,
kalo sekolah libur guru ikut libur, gak bakalan lembur dah kayak di dunia IT (apalagi ampe nginep segala),
bla bla bla bla…

I’ve ever been a teacher for 1 year… walopun cuman guru bimbel…
dari situ aku menyadari.. aku sangat teramat belum mampu untuk jadi guru…
bukan masalah kemampuan mengajar, tapi kemampuan untuk membuat anak cinta belajar…

Bayanganku untuk guru yang ideal …
Bila dia adalah guru MTK, dia bisa membuat anak2 tertantang untuk mengerjakan soal MTK seperti halnya tertantang untuk
memenangkan sebuah game….

Bila dia adalah guru Bahasa Indonesia, dia bisa membuat anak2 melupakan untuk berbicara sok sok gaul dan abegeh, dan menghargai
orang2 yang telah membuat karya2 sastra..

Bila dia guru PPKn, setidaknya anak2 bisa mengerti dunia perpolitikan yang ada saat ini, kenapa ada MA, ada MK, KY, KPK…
kenapa mudah sekali melakukan korupsi, bagaimana cara jadi anggota DPR, buat partai dsb… dan budi pekerti apa yang harus ditunjukan
pada pemimpin negara ini…

Bila dia guru Biologi, Fisika, Kimia, dan eksakta lainnya… dia bisa membuat anak2 tertantang untuk menjadi penemu, ilmuwan, dokter,
tidak hanya sekedar menghapal rumus2 yang menjelimet gak karuan…

Bila dia guru Bahasa Inggris, dia bisa membuat anak jago cas cis cus berbahasa Inggris tanpa bantuan English COurse yang menjamur di Indonesia ini… Ini hal yang sangat teramat paling kusayangkan… Aku belajar bahasa Inggris dari SMP, tapi kenapa kemampuan
bahasa Inggrisku ya pas2an aja… baru tertantang ketika akhirnya ikut kursus di salah satu lembaga kursus di Jakarta…
6 tahun belajar bahasa Inggris di sekolah lhooo???? apa gunanya gitu lhooo?

dsb dsb…

Dan tentunya pendidikan agama… tidak hanya membuat orang bisa sholat… tapi bisa menetahu mana yang benar dan mana yang salah
sesuai dengan tujuan sholat itu…. bukan hanya membuat orang hapal ayat2 al-quran tapi tertantang untuk menggali ilmu
yang begitu luas yang ada di dalam kitab suci itu… dan tentunya dengan pendidikan agama ini, menjadi modal dasar untuk
seseornag berperilaku terhadap orang tua, guru, teman, lingkungan dan masa depan…

Yes I know, itu semua tidak mudah… Apalagi kalo mengharapkan semua siswa yang berada dalam 1 kelas (biasanya lebih dari 30 siswa)
bisa menjadi seperti itu… Yah paling nggak bisa dibuat target… misalnya 20% dari siswa yang ada di kelas bisa memenuhi tujuan
dari setiap guru…

Itu semua mengenai harapanku mengenai dunia pendidikan jika sistemnya masih seperti saat ini…

Tapi, aku lebih berharap dunia pendidikan di Indonesia tidak saklek seperti ini…dan hanya dibilang sukses ketika
lulus UN…
Yang bagaimanakah???…. lain kali kusampaikan di notes selanjutnya….

hehehe
– Selamat hari Pendidikan –


Responses

  1. mawaddah1985 said: Dikarenakan posisiku sekarang yang insyaAllah akan menjadi ibu…

    Waaahhh….tya mau jadi ibu??barokillah, selamat ya🙂

  2. umam1101 said: Waaahhh….tya mau jadi ibu??barokillah, selamat ya🙂

    Terimakasih om umam…😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: