Fadil’s Story

Kadang-kadang Allah menghilangkan sekejap matahari kemudian Dia mendatangkan pula guruh dan kilat. Setelah puas kita mencari dimana sang mentari, rupa-rupanya Allah hendak menghadiahkan kita pelangi yang indah…

Mohammad Fadilah, lahir di Kota Kembang Bandung hari Ahad, 21 Maret 1982 atau bertepatan dengan tanggal 26 Jumadil Awwal 1402 H pukul 08.00 WIB, dari seorang ayah bernama Oma Mulyadikarta dan ibu Atikah.

Putra bungsu ini, dikarunia 3 orang Kakak yaitu Tati Nurwati, Ade Ahmad Fauzi dan Ramdani. Selama masa kanak–kanak hingga remaja pernah mengenyam pendidikan formal di SDN Putra Panjalu Kab. Bandung, SLTPN 2 Pacet Kab. Bandung, SMU Plus Islam Pacet dan Politeknik Al Islam Bandung (Jurusan Manajemen Perumahsakitan).

Pasca pendidikan, lelaki yang mempunyai mimpi bisa melihat secara langsung Squad Rossoneri AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza Kota Milan Italia ini, sempat menikmati perjalanan karier di Tazkia Computer, Pandu Persada Consultant dan sekarang di Kantor Pusat Bulan Sabit Merah Indonesia.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu…

Penggalan episode kehidupannya untuk mengakhiri masa lajangnya, ialah bermula ketika berkenalan dengan Siti Mawaddah (Tya) yang kala itu mewakili PT. Bening Guru Semeta sebagai Project Manager kerjasama pembuatan (revisi) web site BSMI. Pada suasana rapat pembahasan mengenai content web site BSMI itulah awal mulai “pandangan pertama” terjadi, tepatnya di Lt.IV Kantor Pusat BSMI Jaktim. Hingga akhirnya melalui prosesi do’a & ikhtiar untuk meraih partner hidup yang ideal, ditambatkanlah pilihan hatinya kepada saudari Tya untuk berkomitmen bersama dalam mengarungi biduk rumah tangga.

Yaa, prinsip hidup yang diemban bukanlah untuk mencari partner hidup yang sempurna namun hanya sekedar untuk mencoba belajar bersyukur tentang makna rizki dari Illahi berupa jodoh yang dianugerahkan, hingga diri ini merasa tak perlu untuk mendambakan teman hidup secantik Balqis karena aku tidaklah seindah Sulaiman, mengapa pula mengharapkan pasangan hidup setulus Zulaikha karena diriku memang tak setampan Yusuf, dan pastilah diriku tidak akan dan tak perlu mencari istri seistimewa Khadijah, karena pastilah aku tidak sesempurna Rasulullah SAW.

Tiada harapan dan keinginan dari perjalanan kehidupan dalam membingkai biduk rumah tangga ini ialah agar diberkahi dan diridhoi oleh Yang Maha Kuasa Allah SWT, hingga pada kerendahan hati yang mendalam hanya dapat teruntai kalimat Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.  (Sapardi Djoko Damono: ‘Aku Ingin’ ).

—————————————————————————-

Say thanks to :

Yang pertama dan utama, saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT the infinitely Compassionate and Merciful atas limpahan nikmat dan karunia–Nya,

(ba’da Sholawat dan Salam atas Nabi Muhammad SAW) saya haturkan ucapkan terima kasih kepada Keluarga besar Oma Mulyadikarta (Alm); Ibu Atikah (my lovely mom), Ntat, Ade & Eni (all my brothers & sister), teh Meilan + de Rafi (my funny nephew), Kel. Besar Ibu Hj. Cucu (Bandung), Kel. Besar teh Opon (Bandung), Kel. Besar mang Jajang Masria (Karawang), As (my uncle in Cirata), semua keluarga besar yang tersebar di berbagai tempat di bumi Allah ini.

Alumnus 3 IPA 1 SMU Islam Plus Pacet thn 2000 (keep on A–one spirit…!!!), seluruh Amd.MP  Poltek Al Islam Bandung (specially 3rd Generation), Rekan–rekan kerjaku seperjuangan di Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Pusat dan seluruh cabang se–Indonesia (never ending beauty), Asep ‘David’ Sunandar (hatur nuhun pisan, nu kasep…), Nova ‘Jayuz’ Muliawati (Item never die…), Syekh AQ + Sulaiman (Thx for d’ provocation words), Hendra ‘Hans’ Kurnia (we’ll never walk alone…)

All my colleagues at PT. Pandu Persada (Bandung), RB & PBDS Al Fauzan (Jakarta), RS Jakarta Islamic Hospital (Jakarta), and others. Last but not least, kepada semua orang yang aku kenal dan yang mengenal aku (specially u’re Mr./Mrs./ guys/ girls, whoever access this site).

Fdy

 
%d bloggers like this: